Cara Memilih Jenis Chart yang Tepat untuk Visualisasi Data

Bar chart, line chart, pie chart, scatter plot, histogram. Pilih yang mana?

Coba mulai dari pertanyaan yang ingin dijawab.

Apakah kita ingin membandingkan beberapa kategori? Melihat perubahan dari waktu ke waktu? Mengetahui distribusi data? Atau melihat hubungan antara dua variabel?

Dari pertanyaan tersebut, kita bisa menentukan chart yang sesuai.

1. Membandingkan Nilai Antar Kategori

Misalnya kita memiliki data penjualan berdasarkan kategori produk:

KategoriPenjualan
Elektronik850
Fashion620
Makanan1.100
Kesehatan480

Kita ingin mengetahui:

Kategori mana yang memiliki penjualan paling tinggi?

Untuk kasus seperti ini, kita bisa menggunakan bar chart.

Panjang setiap bar memudahkan kita membandingkan nilai antar kategori.

Bar chart bisa digunakan untuk membandingkan:

  • penjualan antar produk;
  • jumlah pelanggan per wilayah;
  • jumlah transaksi per channel;
  • KPI antar unit.

Jika nama kategorinya panjang, horizontal bar chart biasanya lebih mudah dibaca.

2. Melihat Perubahan dari Waktu ke Waktu

Bagaimana kalau kita ingin melihat perkembangan penjualan selama 12 bulan terakhir?

Kita bisa menggunakan line chart.

Line chart membantu kita melihat perubahan nilai dari satu periode ke periode berikutnya. Misalnya untuk melihat penjualan bulanan, jumlah pengguna harian, traffic website, atau konsumsi energi.

Dari grafik tersebut kita juga bisa melihat apakah ada kenaikan, penurunan, lonjakan, atau pola tertentu pada periode tertentu.

Karena berhubungan dengan waktu, urutan periode perlu dipertahankan.

3. Melihat Komposisi

Misalnya kita ingin melihat persentase transaksi berdasarkan channel.

Jika kategorinya hanya sedikit, pie chart atau donut chart masih bisa digunakan.

Masalah mulai muncul ketika jumlah kategorinya banyak. Perbedaan ukuran antar bagian menjadi lebih sulit dibandingkan.

Dalam kondisi seperti itu, bar chart sering lebih mudah dibaca.

Jika komposisinya ingin dibandingkan antar periode, kita juga bisa mempertimbangkan stacked bar chart.

Also Read:

4. Melihat Distribusi Data

Sekarang kita punya data usia 10.000 pelanggan.

Rata-rata usia saja belum memberi gambaran lengkap. Kita mungkin ingin mengetahui rentang usia yang paling banyak muncul.

Untuk melihatnya, kita bisa menggunakan histogram.

Histogram mengelompokkan nilai numerik ke dalam beberapa interval, kemudian menghitung jumlah data pada setiap interval.

Contohnya bisa digunakan untuk melihat distribusi:

  • usia pelanggan;
  • nilai transaksi;
  • waktu pengiriman;
  • durasi penggunaan aplikasi;
  • konsumsi energi.

Dari histogram kita juga bisa melihat apakah data terkumpul pada rentang tertentu atau memiliki nilai yang jauh dari mayoritas.

5. Melihat Hubungan Antara Dua Variabel

Misalnya kita memiliki data biaya iklan dan penjualan.

Pertanyaannya:

Apakah biaya iklan yang lebih besar diikuti oleh penjualan yang lebih tinggi?

Kita bisa menggunakan scatter plot.

Setiap titik mewakili satu observasi. Posisi titik ditentukan oleh nilai dua variabel yang sedang dibandingkan.

Jika titik-titik membentuk pola tertentu, kita bisa mulai melihat bagaimana kedua variabel tersebut bergerak.

Scatter plot juga berguna untuk menemukan kelompok data atau titik yang terlihat jauh dari observasi lainnya.

Namun, hubungan yang terlihat pada scatter plot belum cukup untuk menyimpulkan bahwa satu variabel menyebabkan perubahan pada variabel lainnya.

6. Membandingkan Nilai Aktual dengan Target

Kasus ini cukup sering ditemukan di dashboard.

Misalnya:

Penjualan bulan ini Rp850 juta. Targetnya Rp1 miliar.

Informasi seperti ini bisa ditampilkan menggunakan bar chart dengan reference line, bullet chart, atau KPI card yang menampilkan nilai aktual dan target.

Tidak semua angka perlu dibuat menjadi chart.

Kadang KPI card yang menampilkan:

Rp850 juta

85% dari target

sudah cukup untuk menyampaikan informasi yang dibutuhkan.

Ringkasan Pemilihan Chart

Kalau masih bingung, gunakan pertanyaan berikut sebagai titik awal:

Membandingkan kategori
Bar chart

Melihat perubahan berdasarkan waktu
Line chart

Also Read:

Melihat distribusi
Histogram

Melihat hubungan dua variabel numerik
Scatter plot

Melihat komposisi
Pie chart, donut chart, atau bar chart

Pilihan chart masih bisa berubah tergantung bentuk data, jumlah kategori, dan informasi yang ingin ditampilkan.

Chart Guide BikinDashboard

Jenis chart tentu tidak berhenti pada lima chart di atas.

Ada box plot, heatmap, treemap, waterfall chart, bubble chart, radar chart, dan berbagai visualisasi lainnya.

Untuk melihat referensi chart dan penggunaannya, kamu bisa membuka Chart Guide di Tools BikinDashboard.

Buka Chart Guide

Kalau bingung memilih chart, kembali ke pertanyaan awal:

Apa yang ingin kita tunjukkan dari data ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like